Pikiran kita merupakan komputer pribadi yang sangat bagus. Dan kita adalah pemrogramnya … kita bisa memerintahkan kepada komputer pikiran kita untuk melakukan apa saja yang kita akan perintahkan.
Komputer pikiran kita tidak peduli apa yang kita perintahkan, pikiran kita akan selalu patuh memproses apa yang sudah diprogramkan oleh kita. Programlah pikiran kita, dengan alasan kenapa kita akan berhasil dan kita akan menikmati sukses. Tetapi coba katakan kepada computer kita, “ saya orang gagal”, dan dengan patuh pikiran kita akan memproses program yang telah kita berikan, dan akan membuktikan bahwa kita memang orang yang dikalahkan.
Pikiran kita seperti tanah di sebidang kebun. Tanah tidak mempedulikan apa yang kita tanam – rumput teki, semangka gulma air atau kubis. Tanah (pikiran kita) memberikan zat makanan apa yang kita tanam. Tanamlah benih kemakmuran dan kita akan memaneni kemakmuran; tanamlah benih kemiskinan dan kita akan menuai kemiskinan.
Ada beberapa perkataan yang dari orang yang sukses “lima tahun yang lalu saya sudah tahu saya akan berhasil dalam bisnis saya.” Atau “ Saya bertekad dalam pikiran saya bahwa saya tidak akan menyerah atau menerima jawaban tidak,” dan “begitu saya memberikan komitmen, sesuatu dalam diri saya tidak akan melepaskannya.”
Semua itu komentar menunjukan pikiran yang diprogram untuk menang.
Semua itu komentar menunjukan pikiran yang diprogram untuk menang.
Dan ada beberapa perkataan dari beberapa orang. “ Saya tahu saya tidak akan berhasil dalam pekerjaan itu,” - “Saya sudah merasa kalah bahkan sebelum saya memulai” dan “ Saya selalu dikalahkan dan pengalaman ini membuktikannya.”
Semua komentar ini adalah orang yang sudah memprogram pikirannya untuk gagal.
Kita harus ingat, bahwa kita mempunyai kekuatan untuk menjadi apa yang kita inginkan, pergi ke tempat yang kita pilih, mencapai tujuan besar, memanjat tangga apa saja. Kita bisa mengembangkan kehidupan yang hebat dengan pemrograman pikiran positif.
BERSAMBUNG
File name: DirectX10_RC2_Fix_3-Pre-Final.zip
File size:27.74 MB
No comments:
Post a Comment